Pasuruan – Dalam menyongsong kabupaten Mojokerto menjadi Tuan Rumah hari Desa Nasional di tahun 2027, Perum Perhutani KPH Pasuruan Bersama Pemerintahan Desa Kembangbelor melakukan Pembinaan dan Sosialisasikan bahaya kebakaran hutan kepada pelaku usaha wisata di wisata alam Bernah Devalei Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet , Kabupaten Mojokerto, kamis (03/09/2027).
Desa Kembangbelor merupakan Desa yang mewakili Kabupaten Mojokerto menjadi Tuan Rumah hari Desa Nasional 2027, Berbagai upaya pencegahan kebakaran, khususnya kebakaran hutan dan lahan, terus diperkuat. Salah satunya melalui pelatihan dan pembinaan relawan pemadam kebakaran di Kawasan Wisata Hutan.
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pihak, di antaranya, BPBD Kabupaten Mojokerto, pemerintah kecamatan, Karyawan Wisata Klurak Eco Park , serta relawan dari sejumlah wilayah di Kabupaten Mojokerto.
Kepala Desa Kembangbelor Muktar Efendi, mengatakan sosialisasi dan pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan para relawan dalam membantu penanganan kebakaran di wilayah masing-masing.
“Harapannya, dengan adanya pelatihan ini, teman-teman relawan kebakaran bisa menjadi bagian tim untuk membackup dan membantu persoalan kebakaran yang mungkin terjadi di wilayah mereka, ” ujar Muktar.
Menurutnya, pembinaan relawan menjadi semakin penting karena saat ini memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, terutama di wilayah Kawasan wisata yang selalu dikunjungi wisatawan.
Pacet menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena memiliki kawasan hutan yang luas.
“Pacet ini merupakan wilayah hutan yang sangat luas. Salah satunya bagaimana teman-teman relawan ini bisa mengantisipasi masing-masing, jangan sampai seperti yang terjadi di Bromo, ” jelasnya.
Muktar menambahkan, ke depan pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Lazar untuk membahas peluang bantuan maupun program yang dapat dikolaborasikan dengan sejumlah instansi terkait dalam mendukung penanganan kebakaran.
Sementara itu, Administratur Perum Perhutani KPH Pasuruan melalui Asisten Perhutani BKPH Pacet Maryono, menegaskan bahwa pencegahan menjadi langkah penting untuk menekan risiko kebakaran hutan.
Ia menyebut kawasan Pacet, khususnyakawasan hutan yang dikerjasamakan sebagai wisata , memiliki potensi yang perlu diantisipasi. Dikarenakan wisata setiap hari dikunjungi banyak orang, hal ini berpotensi besar terhadap bahaya kebakaran hutan.
“Untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan, kita melakukan pembinaan terhadap relawan, ” katanya.
Menurutnya, kecepatan informasi menjadi kunci ketika terjadi kebakaran. Masyarakat maupun relawan diminta segera melaporkan kejadian kepada petugas Perum Perhutani maupun pemadam kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin bisa tertangani, ” tegasnya
Ia menjelaskan, setiap kabupaten di Jawa Timur pada dasarnya telah memiliki personel pemadam kebakaran. Namun, keberadaan relawan pemadam kebakaran belum merata di seluruh daerah.@Red.

Octavia Ramadhani