Probolinggo - Perhutani Kesatuan Pemangkuan hutan (KPH) Probolinggo terus memperkuat penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam setiap aktivitas pengelolaan hutan. Salah satunya melalui pelatihan K3 bagi tenaga lapangan yang dilaksanakan di Aula Kantor Perhutani KPH Probolinggo, pada Selasa (08/09/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Administratur KPH Probolinggo Akhmad Faizal, S.Hut.MM, Nara Sumber dari Disnakertrans Provinsi Jawa Timur Tulus Dewanto, segenap jajaran managemen, segenap Kepala Sub Seksi, segenap Asper/KBKPH, segenap KRPH, segenap Kepala Urusan, segenap Kepala TPK dan 15 orang tenaga lapangan.
Pelatihan ini secara khusus memberikan pembekalan K3 pada sejumlah bidang pekerjaan kehutanan, meliputi persemaian, tanaman, sadapan, tebangan, pengelolaan limbah B3 dan bahan kimia yang memiliki karakteristik serta potensi risiko kerja berbeda-beda.
Administratur Perhutani KPH Probolinggo, Akhmad Faizal, S.Hut.MM menyampaikan bahwa keselamatan tenaga kerja merupakan salah satu prioritas utama dalam pelaksanaan kegiatan operasional. Pencapaian target pekerjaan harus selalu diimbangi dengan penerapan standar keselamatan yang baik.
“Tidak ada pekerjaan yang begitu penting hingga mengabaikan keselamatan. Kami ingin seluruh tenaga lapangan memiliki kesadaran bahwa bekerja dengan aman merupakan bagian dari profesionalisme. Dengan memahami risiko dan menerapkan prosedur K3, kita dapat meminimalkan potensi kecelakaan sekaligus meningkatkan produktivitas. Dan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif, Perhutani KPH Probolinggo menggandeng Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur untuk memberikan materi mengenai pentingnya penerapan norma K3, identifikasi potensi bahaya, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta langkah pencegahan kecelakaan kerja”, tuturnya.
Sementara itu nara sumber dari Disnakertrans Provinsi Jawa Timur, Tulus Dewanto, menekankan bahwa keselamatan kerja harus menjadi bagian dari budaya kerja dan tidak hanya dipahami sebagai kewajiban administratif.
“K3 harus menjadi budaya dan kebiasaan dalam setiap aktivitas pekerjaan. Tenaga kerja harus mampu mengenali potensi bahaya sebelum bekerja, memahami risiko pekerjaannya, menggunakan APD yang sesuai, serta mengikuti prosedur kerja yang telah ditetapkan, ” ujar Tulus.
Ia juga menjelaskan bahwa pekerjaan kehutanan memiliki tantangan tersendiri karena sebagian besar aktivitas dilakukan di lapangan dengan kondisi lingkungan yang dinamis.
“Pada pekerjaan persemaian, tanaman, sadapan, tebangan pengelolaan limbah B3 dan bahan kimia, masing-masing mempunyai risiko yang berbeda. Karena itu, kewaspadaan, kompetensi dan kedisiplinan dalam menerapkan K3 sangat diperlukan agar pekerjaan dapat berjalan dengan aman, sehat dan produktif, tambahnya”.
Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi dan diskusi mengenai berbagai kondisi yang dihadapi tenaga lapangan dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari. Para peserta juga mendapatkan penguatan mengenai pentingnya penggunaan APD dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan sesuai bidang pekerjaan masing-masing.
Melalui kegiatan tersebut, Perhutani KPH Probolinggo berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi dan kesadaran K3 kepada seluruh jajaran, khususnya tenaga lapangan. Diharapkan budaya kerja yang mengutamakan keselamatan dapat diterapkan secara konsisten dalam setiap tahapan kegiatan pengelolaan hutan. Dengan mengedepankan K3, Perhutani KPH Probolinggo berupaya mewujudkan lingkungan kerja yang aman, sehat dan produktif, sekaligus memastikan pengelolaan hutan dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.@Red.

Octavia Ramadhani