Ngawi - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ngawi memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung Program Indonesia’s Forestry and Other Land Uses (FOLU) Net Sink 2030 melalui Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi di Kantor Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) II Bojonegoro, pada Kamis (20/8/2026).
Rapat menjadi forum untuk menyamakan program dan langkah antarinstansi dalam mendukung target FOLU Net Sink 2030 melalui pengelolaan hutan berkelanjutan, rehabilitasi lahan, peningkatan tutupan vegetasi, serta penguatan tata kelola ekosistem.
Rapat diikuti Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Bojonegoro dan Nganjuk, Balai Pengendalian Kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bojonegoro, jajaran Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur, serta sembilan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH).
Pembahasan difokuskan pada sinkronisasi program dan penguatan monitoring antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Perhutani. RHL berbasis masyarakat menjadi salah satu agenda utama, disertai optimalisasi Forum Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk memperkuat pencegahan kebakaran sejak dini.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Bakorwil II Bojonegoro, Fifit Nurhidayah, mengatakan FOLU Net Sink 2030 tidak hanya berorientasi pada penanaman pohon, tetapi juga mencakup pengelolaan hutan secara berkelanjutan, pencegahan deforestasi, dan pengendalian kebakaran hutan.
Administratur Perhutani KPH Ngawi melalui Wakil Administratur Ngawi Timur, Eko Budi Prasetyo mengatakan, Perhutani siap memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, BPDAS, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengelolaan hutan dan pelaksanaan rehabilitasi. Karena itu, program RHL perlu diarahkan tidak hanya pada pemulihan fungsi ekologis, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan sesuai ketentuan, ” tutur Eko.
“Perhutani KPH Ngawi siap mendukung dan menindaklanjuti hasil koordinasi melalui perencanaan yang terintegrasi, pelibatan masyarakat dalam rehabilitasi hutan dan lahan, serta penguatan pencegahan kebakaran hutan, ” imbuhnya.@Red.

Octavia Ramadhani