Ngawi – Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Begal menggelar kegiatan Evaluasi Pekerjaan Tebangan A2 Tahun 2026 untuk Petak 26E dan 28A pada Kamis (3/9/2026). Kegiatan ini berlangsung di lokasi Tebangan D Petak 39 G-3 RPH Begal, BKPH Begal, sebagai bentuk tolok ukur efektivitas kerja sekaligus persiapan menghadapi tahap tebangan selanjutnya.
Agenda evaluasi tersebut dihadiri langsung oleh Asisten Perhutani (Asper)/KBKPH Begal Bambang Wahyudiono, KRPH Begal, KRPH Dares, dan KRPH Kedungmerak beserta Tim Tebangan, serta jajaran Regu Kerja Tebang dan tenaga angkutan.
Dalam arahannya, Asper Begal Bambang Wahyudiono menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tim di lapangan atas kerja sama yang solid, aman, dan kondusif. Apresiasi ini didasari oleh capaian produksi tebangan A2 yang melampaui target, yakni sebesar 113% untuk Petak 26E dan 117% untuk Petak 28A.
"Evaluasi ini penting dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai kendala maupun hambatan teknis di lapangan. Dengan memahami tantangan yang ada, pelaksanaan pekerjaan tebangan berikutnya dapat berjalan lebih optimal, baik dari sisi capaian produksi harian maupun ketepatan waktu, dengan tetap memprioritaskan keselamatan kerja, " ujar Bambang.
Usai merampungkan fase A2, BKPH Begal akan melanjutkan ke tahap pekerjaan Tebangan E dengan target volume produksi berkisar 1.500 m⊃3;. Seluruh rangkaian kegiatan tebangan E ini ditargetkan rampung secara maksimal pada pertengahan Oktober 2026.
Kegiatan evaluasi ini memberikan arah kerja yang terukur sesuai Standard Operating Procedure (SOP) dan alokasi waktu yang telah ditetapkan. Selain itu, forum ini menjadi wadah diskusi interaktif untuk saling memberikan masukan dan umpan balik antara petugas Perhutani dan para tenaga kerja tebangan. Kesepahaman ini diharapkan mampu mendorong efisiensi kerja yang memberikan manfaat optimal, baik bagi Perhutani maupun kesejahteraan para pekerja di lapangan.@Red.

Octavia Ramadhani