Lawu Ds (01/09/2026) - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu Ds memfasilitasi Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi 101 siswa Sekolah Menengah Kejuruan Kehutanan Negeri (SMKKN) Makassar selama dua bulan. Kegiatan diawali dengan penerimaan siswa oleh Perhutani di Aula Gunung Lawu, Kantor KPH Lawu Ds, Selasa (1/9/2026).
Selama mengikuti PKL, para siswa akan mendapatkan pengalaman langsung mengenai kegiatan teknis kehutanan, meliputi produksi hasil hutan, kegiatan tanaman, dan pengujian kayu. Kegiatan tersebut dirancang untuk mempertemukan pengetahuan yang diperoleh siswa di bangku sekolah dengan praktik pengelolaan hutan di lapangan.
Administratur KPH Lawu Ds Mada Yuwono Hadhi mengatakan Perhutani memberikan dukungan terhadap kegiatan pendidikan kehutanan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi generasi muda yang akan menjadi calon rimbawan.
“Perhutani mendukung penuh kegiatan PKL ini. Kami memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar, menimba ilmu, dan mendapatkan pengalaman secara langsung melalui kegiatan kehutanan di lapangan, ” ujar Mada.
Menurutnya, Perhutani KPH Lawu Ds akan memberikan pendampingan selama kegiatan berlangsung agar siswa dapat memahami proses kerja kehutanan secara langsung. Pendampingan tersebut mencakup pengenalan kegiatan teknis sekaligus pemahaman mengenai tanggung jawab dalam pengelolaan hutan.
“Kami akan membimbing siswa untuk mengenal pekerjaan secara nyata di lapangan. Kami berharap pengalaman yang diperoleh selama PKL dapat memperluas wawasan dan menjadi bekal bagi mereka dalam meniti karier di bidang kehutanan, ” katanya.
Mada menambahkan, pelaksanaan PKL selain dilaksanakan di wilayah KPH Lawu Ds, juga akan dilaksanakan di KPH Madiun, dan KPH Saradan yang juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal berbagai kondisi dan kegiatan pengelolaan hutan.
“Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Perhutani untuk membimbing siswa SMK Kehutanan Negeri Makassar. Semoga selama mengikuti PKL, siswa memperoleh ilmu dan pengalaman yang bermanfaat, ” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa pengalaman lapangan penting bagi siswa untuk memahami peran dan tanggung jawab seorang rimbawan dalam menjaga kelestarian hutan.
“Melalui PKL ini, kami berharap para calon rimbawan tidak hanya memahami pekerjaan teknis kehutanan, tetapi juga memahami pentingnya mengelola hutan secara lestari serta manfaat hutan bagi lingkungan dan masyarakat, ” pungkas Mada.
Wakil Kepala Sekolah SMK Kehutanan Negeri Makassar Ahmad Syihabi menyampaikan apresiasi kepada Perhutani KPH Lawu Ds, KPH Madiun, dan KPH Saradan yang telah menerima serta memfasilitasi pelaksanaan PKL bagi siswa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Perhutani yang telah menerima siswa-siswi kami untuk melaksanakan PKL. Kegiatan ini menjadi pembelajaran nyata sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai dunia kerja, ” ujar Ahmad.
Ia berharap para siswa dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik selama dua bulan dan memperoleh pengetahuan serta pengalaman yang dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan pendidikan.
Melalui fasilitasi PKL tersebut, Perhutani KPH Lawu Ds menunjukkan dukungannya terhadap pengembangan kompetensi generasi muda di bidang kehutanan. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi untuk mengenalkan praktik pengelolaan hutan secara profesional, bertanggung jawab, dan berkelanjutan kepada calon rimbawan.@Red.

Octavia Ramadhani