Bojonegoro (10/09/2026) - Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bojonegoro melalui Asisten Perhutani (Asper) / Kepala BKPH Dander menghadiri Konferensi Rutin Kepala Desa se-Kecamatan Dander dan Musyawarah Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) yang diselenggarakan di Balai Desa Sumodikaran, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (10/09/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 54 peserta tersebut menjadi forum koordinasi dan komunikasi lintas sektoral yang rutin dilaksanakan setiap bulan. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Dander, Danramil Dander, Kapolsek Dander, Asper BKPH Dander, Asosiasi Kepala Desa se-Kecamatan Dander, Kepala Korluh Pertanian, Kepala Puskesmas, Penyuluh KB, Korluh Peternakan, KUA, perangkat desa, petugas administrasi kependudukan, pendamping PKH, PMD Kecamatan, serta instansi terkait lainnya.
Camat Dander, Teguh Wibowo, S.H., M.H., membuka kegiatan sekaligus menyampaikan berbagai program dan isu strategis yang menjadi perhatian bersama. Beberapa hal yang dibahas antara lain antisipasi kekeringan dan pemenuhan kebutuhan air baku masyarakat, percepatan pembayaran pajak, upaya penurunan angka HIV dan stunting, serta rencana pembangunan desa yang memerlukan dukungan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Selanjutnya, masing-masing unsur Forkopimcam dan instansi terkait diberikan kesempatan untuk menyampaikan informasi, program kerja, serta masukan yang mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi musyawarah dan tanya jawab sebelum ditutup dengan ramah tamah.
Dalam kesempatan tersebut, Asper/KBKPH Dander, Slamet Winarno, menyampaikan pentingnya kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Perhutani mengajak seluruh kepala desa untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat dan para penggarap agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga kelestarian hutan dan keselamatan lingkungan, " ujarnya.
Selain itu, Slamet Winarno juga mengingatkan pentingnya percepatan penyusunan dan validasi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang masih membuka kesempatan untuk pengajuan susulan. Ia juga memberikan penjelasan terkait mekanisme pemanfaatan aset Perhutani yang bersinggungan dengan pelaksanaan pembangunan infrastruktur desa agar dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Camat Dander, Teguh Wibowo, S.H., M.H., mengapresiasi sinergi yang selama ini terjalin antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Perhutani, dan seluruh stakeholder di. wilayah Kecamatan Dander.
"Melalui forum ini diharapkan koordinasi antarinstansi semakin kuat sehingga berbagai program pembangunan, pelayanan masyarakat, dan penyelesaian permasalahan di lapangan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu, " ungkapnya.
Melalui keikutsertaan dalam forum tersebut, Perhutani KPH Bojonegoro berharap sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah desa, Forkopimcam, serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus ditingkatkan guna mendukung pembangunan wilayah, menjaga kelestarian hutan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.@Red.

Octavia Ramadhani