Madura (27/08/2026) - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madura, terus melakukan langkah strategis lintas sektor dalam rangka memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melakukan pertemuan dan koordinasi bersama Pemerintah Desa Dungkek di Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, pada Rabu (26/08/2026).
Administratur Perhutani KPH Madura, Eko Wibisono, mengatakan bahwa penguatan koordinasi dengan pemerintah desa menjadi salah satu kunci keberhasilan pencegahan karhutla. Selain itu kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya preventif Perhutani untuk membangun kolaborasi dengan pemerintah desa sebagai mitra strategis di wilayah sekitar hutan.
"Kami berharap komunikasi yang baik ini mampu membangun kepedulian bersama dan memberikan dampak positif sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kelestarian hutan dari ancaman kebakaran, khususnya pada musim kemarau panjang sehingga upaya pelestarian hutan akan tetap terjaga dan dapat memberikan manfaat Ekologi, Sosial dan Ekonomi, " ungkap Eko.
Sementara itu, Salah satu aparatur Desa Dungkek, Ferdi, mengapresiasi langkah koordinasi yang dilakukan Perhutani melalui pertemuan tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa dan Perhutani sangat penting dalam menjaga kelestarian hutan yang memiliki manfaat besar bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami siap mendukung program Perhutani, terutama dalam mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kelestarian hutan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Hutan merupakan aset negara yang harus dijaga secara berkelanjutan demi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang, ” ungkapnya.
Perhutani berharap sinergi dengan pemerintah desa terus terjalin baik sehingga upaya pencegahan karhutla dapat berjalan lebih optimal, menjaga kawasan hutan tetap aman dan lestari, serta memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.@Red.

Octavia Ramadhani