Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama Perum Perhutani menggelar Apel Siaga Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) di Sengon Hill’s, Dusun Sengon, Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi ini bertujuan menyamakan langkah dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi potensi bahaya karhutla di wilayah Ngawi.
Apel siaga dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, serta dihadiri oleh Administratur KPH Ngawi, Administratur KPH Saradan, Administratur KPH Lawu Ds, jajaran BPBD Kabupaten Ngawi, serta unsur TNI-Polri dari Polsek dan Koramil 0805/08 Jogorogo.
Dalam amanatnya, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi untuk memitigasi risiko bencana di kawasan hutan.
"Apel Siaga Dalkarhutla ini merupakan bentuk ikhtiar menyamakan frekuensi instansi terkait dalam rangka mitigasi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ngawi. Kami menyampaikan terima kasih atas sinergi Perum Perhutani dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi dalam banyak hal, terutama di bidang kehutanan. Terlebih lagi, 20 desa dari total 213 desa dan 4 kelurahan di Kabupaten Ngawi merupakan desa pinggir hutan. Semoga ikhtiar ini memberikan dampak positif guna menjaga kelestarian hutan di wilayah kita, " ujar Dwi Rianto Jatmiko.
Ditemui usai pelaksanaan apel, Administratur KPH Ngawi, Muklisin, menegaskan komitmen penuh Perhutani dalam mendukung langkah preventif pemerintah daerah.
"Perhutani siap dan akan terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi dalam kegiatan pengelolaan hutan. Semoga sinergi yang bagus ini mempermudah cita-cita besar mewujudkan hutan lestari masyarakat sejahtera, " tutur Muklisin.
Muklisin juga memberikan imbauan mendesak kepada masyarakat sekitar hutan agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kering. Pihaknya meminta warga untuk tidak sekali-kali membuka lahan dengan cara membakar serta tidak membuang puntung rokok sembarangan di area yang rawan terbakar.@Red.

Octavia Ramadhani