Madura (25/07/2026) - Dalam rangka menyambut Hari Mangrove Sedunia, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madura melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kangean Barat, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kangayan melaksanakan aksi penanaman bersama sejumlah 1000 places bibit mangrove di kawasan pesisir petak 59c, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Aengkokap, Pulau Kangean, Sabtu (25/07/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Perhutani BKPH Kangean Barat, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kangayan, Pemerintah Desa Timur Jang-jang, Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Kangayan, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat yang secara bersama-sama menanam bibit mangrove sebagai simbol komitmen menjaga keberlanjutan lingkungan.
Administratur Perhutani KPH Madura melalui Asisten Perhutani (Asper) BKPH Kangean Barat, Sarihol, menyampaikan bahwa penanaman mangrove merupakan bagian dari komitmen Perhutani dalam mendukung pelestarian sumber daya hutan dan ekosistem pesisir yang memiliki peran strategis sebagai benteng alami dari abrasi, penyerap emisi karbon, sekaligus habitat berbagai biota.
"Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum memperingati Hari Mangrove Sedunia, tetapi juga menguatkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. Mangrove memiliki manfaat ekologis, ekonomis, dan sosial yang sangat besar sehingga keberadaannya harus terus dijaga bersama, " terang Sarihol.
"Ia menambahkan bahwa keberhasilan pelestarian mangrove tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi saat ini maupun mendatang. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi lintas sektor dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus memperkuat upaya mitigasi perubahan iklim melalui rehabilitasi kawasan mangrove, " tambahnya.
Sementara itu, Camat Kangayan, Nurullah, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas inisiatif Perhutani yang terus mengedepankan kolaborasi dalam kegiatan pelestarian lingkungan.
"Kami mengapresiasi Perhutani KPH Madura khususnya jajaran BKPH Kangean Barat yang telah menginisiasi kegiatan ini. Penanaman mangrove merupakan investasi lingkungan jangka panjang yang akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat pesisir, baik dalam melindungi garis pantai, menjaga keanekaragaman hayati, maupun meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga alam. Sinergi seperti ini perlu terus dipertahankan dan diperluas, " ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Perhutani KPH Madura berharap semangat Hari Mangrove Sedunia menjadi pengingat bagi seluruh pihak bahwa menjaga kelestarian mangrove merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu memperkuat ketahanan lingkungan pesisir sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan upaya pelestarian hutan dan ekosistem di wilayah Kepulauan Kangean.@Red.

Octavia Ramadhani