Madura (19/08/2026) - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madura melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kangean Barat dan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Aengkokap menggelar pertemuan koordinasi bersama para pemangku kepentingan di wilayah Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, pada Selasa (18/08/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat sinergi dan menyamakan persepsi dalam pelaksanaan berbagai program Perhutani yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di lapangan.
Pertemuan dihadiri jajaran Perhutani dan stakeholder terkait, termasuk unsur Pemerintah Kecamatan Kangayan, TNI, dan Polri, Ketua Kelompok Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Kangayan. Dalam pertemuan tersebut membahas pengelolaan kawasan hutan, pemberdayaan masyarakat sekitar hutan, serta upaya menjaga kelestarian hutan secara berkelanjutan.
Administratur Perhutani KPH Madura, melalui Asisten Perhutani (Asper) BKPH Kangean Barat, Sarihol, mengatakan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh program Perhutani yang dijalankan khususnya di lapangan dapat berjalan efektif dan mendapat dukungan dari seluruh pihak.
“Hari ini jajaran Perhutani di lapangan melakukan pertemuan dengan stakeholder terkait. Pembahasan difokuskan pada berbagai program yang bersinggungan langsung dengan masyarakat, khususnya pengelolaan kawasan hutan, pemberdayaan masyarakat, dan upaya menjaga kelestarian hutan secara berkelanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat, ” terangnya.
Sarihol menambahkan, melalui forum koordinasi tersebut diharapkan terbangun kesamaan persepsi antara Perhutani dan para stakeholder dalam menyikapi berbagai dinamika yang berkembang di lapangan. "Dengan komunikasi yang baik dan terbuka, berbagai program Perhutani dapat dilaksanakan secara optimal serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat maupun kelestarian hutan juga tetap terjaga, ” tambahnya.
Sementara itu, Camat Kangayan, Nurullah menyampaikan apresiasi atas inisiatif Perhutani yang terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah kecamatan serta para pemangku kepentingan terkait.
‘Penyamaan persepsi sangat diperlukan agar tidak terjadi miskomunikasi dalam pelaksanaan program yang melibatkan masyarakat. Kami mengapresiasi langkah Perhutani yang selalu mengedepankan koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Kangayan, ” katanya.
Dengan adanya sinergi yang kuat, setiap program dapat dikolaborasikan secara optimal demi kepentingan masyarakat dan kelestarian hutan, ” pungkasnya.@Red.

Octavia Ramadhani