Ngawi – Mengantisipasi datangnya musim kemarau dan menekan risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ngawi menggelar kegiatan kerja bakti massal pada Minggu pagi (19/07/2026).
Aksi resik-resik lingkungan ini difokuskan di kawasan Hutan Sidowayah dan Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Banjarejo, tepatnya di Petak 51G, 51H-1, 51H-3, dan 49C-1.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai ini dihadiri langsung oleh Kepala Seksi Madya Produksi dan Ekowisata (Kasi PE) KPH Ngawi, Puguh Yudhi Prasetyawan; Asisten Perhutani (Asper) BKPH Kedunggalar, Fais Rahman beserta jajaran; serta segenap jajaran dari TPK Banjarejo.
"Langkah mitigasi harus dilakukan sedini mungkin sebelum puncak kemarau tiba. Hari ini kami fokus melakukan pembersihan total di area rawan, terutama yang berbatasan langsung dengan aktivitas masyarakat, " ujar Puguh Yudhi Prasetyawan di sela-sela kegiatan.
Dalam aksi minggu pagi ini, fokus utama petugas adalah membersihkan seluruh tepi pagar TPK Banjarejo. Sebagai langkah konkret mitigasi Karhutla, petugas bergotong-royong membuat sekat bakar (firebreak) serta melakukan pembakaran terkontrol (controlled burning) untuk mengurangi akumulasi seresah dan daun-daun kering yang menumpuk di seputaran pagar.
Langkah ini dinilai sangat efektif untuk memutus rantai penyebaran api jika sewaktu-waktu terjadi percikan di luar kawasan. Sementara itu, Asper BKPH Kedunggalar, Fais Rahman, menambahkan bahwa sinergi antar lini di lapangan menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian hutan dari ancaman api.
Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Ngawi berkomitmen untuk terus bersiaga dan melakukan pemantauan berkala guna memastikan kawasan Hutan Sidowayah dan TPK Banjarejo tetap aman, kondusif, dan bebas dari bencana kebakaran sepanjang musim kemarau tahun ini.@Red.

Octavia Ramadhani