Kodinasi Karhutla, Perhutani Banyuwangi Barat Sambangi BPBD

    Kodinasi Karhutla, Perhutani Banyuwangi Barat Sambangi BPBD

    Banyuwangi Barat – Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat melakukan kunjungan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi dalam rangka kordinasi tentang Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan diterima dengan baik oleh Kalaksa didampingi Kabid RR dan Kabid KL di Kantor BPBD Banyuwangi di Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomor 71 Banyuwangi, pada Kamis (03/09/2026).

    Kepala Perhutani (Administratur) KPH Banyuwangi Barat melalui KSS Hukum Kepatuhan, Eko Hadi mengatakan bahwa kunjungan kerjanya ke BPBD Banyuwangi ini sebagai bentuk sinergitas dan kordinasi mengingat saat ini terjadi kemarau panjang yang merupakan efek dari fenomena el nino Godzilla.

    “Fenomena ini akan sangat berpotensi terhadap terjadinya kebakaran hutan diwilayah kerja Perhutani sehingga kami juga bahas juga terkait strategi Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) melalui beberapa simulasi penanganan kebakaran hutan bila terjadi, ” jelas Eko.

    “Sinergitas Perhutani Banyuwangi Barat dengan BPBD Banyuwangi selama ini telah terjalin dengan baik, itu diperkuat dengan adanya kesepahaman bersama terkait penanggulangan bencana melalui Memorandum of Understanding (MoU) yang akan dilanjutkan atau diperpanjang pada tahun ini, ” ujarnya.

    Kepala BPBD (Kalaksa) Banyuwangi, Partana menyambut baik kedatangan Perhutani yang melakukan kordinasi dikantornya, karena dalam penanggulangan bencana dalam hal ini kebakaran hutan pihaknya selalui berkordinasi dengan para pihak terkait termasuk dalam penaganan bila terjadi karhutla.

    “Tugas BPBD dalam penanggulangan karhutla dibagi menjadi tiga fase utama antara lain Pra-Bencana (Pencegahan dan Mitigasi) yaitu Memantau wilayah rawan kebakaran secara berkala, terutama saat musim kemarau, Sosialisasi dan Edukasi dengan engajak warga agar tidak membakar lahan sembarangan, Pembuatan Infrastruktur Mitigasi dengan embangun sekat bakar (firebreak) atau penampungan air (embung/kanal), ” jelas Kalaksa.

    “Fase Tanggap Darurat (Saat Kebakaran) dengan Mengoordinasikan satgas darat, TNI, Polri, Perhutani dan pihak terkait, Pemadaman dan Pendinginan dengan elakukan operasi pemadaman titik api secara intensif di lapangan dan Evakuasi dan Penyelamatan yaitu menyelamatkan warga terdampak dan menyediakan kebutuhan logistik darurat jika api mendekati pemukiman, ” tegasnya.

    “Terakhir adalah fae Pasca-Bencana (Pemulihan) yaitu melakukan Penilaian Kerusakan dengan melakukan inventarisasi luas lahan terbakar dan dampaknya, serta Pemulihan Lingkungan berkoordinasi dengan instansi terkait yaitu Perhutani untuk rehabilitasi lahan serta normalisasi kawasan terdampak, ” pungkasnya.

    Octavia Ramadhani

    Octavia Ramadhani

    Artikel Sebelumnya

    Perhutani Madura Perkuat Sinergi Pemdes...

    Artikel Berikutnya

    Cegah Karhutla, Perhutani Ngawi Sosialisasi...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    FOMO BRI BO Serang: Menyatukan Langkah, Menguatkan Operasional serta Dorong Continuous Improvement
    Manajer Bisnis Mikro BRI BO Serang Perkuat Kesiapan Mantri melalui Arahan Langsung
    BRI BO Serang Hadirkan Smart Service Bersama Kanwil DJPBN
    BRI BO Serang Dorong Penguatan Usaha Perikanan melalui Edukasi Permodalan dan KUR
    BRI BO Serang dan BRI Unit Padarincang, Target Akhirnya Tercapai

    Ikuti Kami