Madura (03/08/2026) - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madura melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Madura Timur, terus memperkuat tata kelola produksi kayu yang aman, tertib, dan berkelanjutan dengan melibatkan tokoh masyarakat dalam mendukung keamanan serta kelancaran kegiatan produksi kayu tebangan di petak 42b, wilayah Resort Pemangkuan Hutan RPH Sumenep, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep. Senin, (03/08/2026).
Administratur Perhutani KPH Madura, melalui Asisten Perhutani (Asper) BKPH Madura Timur, Supriyanto, menyampaikan bahwa "keterlibatan tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang kondusif selama pelaksanaan kegiatan produksi kayu. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sinergi antara Perhutani dengan masyarakat sekitar hutan, sehingga seluruh rangkaian kegiatan produksi kayu, mulai dari penebangan, pengangkutan dapat berjalan lancar, kondusif, dan sesuai ketentuan yang berlaku, " katanya.
"Melalui komunikasi yang baik dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, kami berharap kegiatan produksi kayu dapat berlangsung aman, tertib, dan memberikan manfaat bagi negara maupun masyarakat sekitar hutan. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kelestarian sumber daya hutan, " tambahnya.
Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Desa Karangbudi, Kecamatan Gapura yang sekaligus sebagai ketua Rukun Tetangga (RT) setempat, Nihrap, menyampaikan apresiasinya atas langkah Perhutani yang terus mengedepankan komunikasi dan kebersamaan dengan masyarakat.
"Kami mendukung penuh kegiatan Perhutani di wilayah desanya, dengan adanya komunikasi yang baik, potensi gangguan keamanan dapat diminimalisir sehingga kegiatan produksi berjalan lancar dan masyarakat ikut merasakan manfaat dari keberadaan hutan berkelanjutan yang dikelola secara lestari, " ungkapnya.@Red.

Octavia Ramadhani